Jumat, 22 April 2011

perkembangbiakan

A. Cara Hewan Berkembang Biak
1. Bertelur (Ovipar)
Hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur disebut ovipar. Ovipar berasal dari kata ovum, yang berarti telur. Ayam, bangau, elang, katak dan kupu – kupu merupakan hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur.
Ciri – ciri hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur, yaitu :
a) tidak memiliki kelenjar susu
b) tidak memiliki daun telinga
c) tidak memiliki rambut
2. Melahirkan Anak (Vivipar)
Hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan anak disebut vivipar. Monyet, kambing, rase dan kuda merupakan hewan darat yang berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Lumba – lumba, singa laut, anjing laut, ikan duyung dan paus merupakan hewan air yang berkembang biak dengan cara melahirkan anak.
Ciri -ciri hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan anak, yaitu :
a) memiliki kelenjar susu (mammae)
b) memiliki daun telinga
c) memiliki rambut
B. Perkembangbiakan Tumbuhan
1. Perkembangbiakan secara Vegetatif
a) Tunas
Tunas termasuk perkembangbiakan secara vegetatif alami. Tunas dapat tumbuh di bagian batang atau ranting, akar, dan daun.
b)Setek
Setek termasuk perkembangbiakan vegetatif buatan yang paling mudah dikembangbiakkan. Setek dilakukan dengan cara memotong salah satu bagian dari tumbuhan. Bagian tumbuhan yang dipotong tersebut dapat langsung ditanam. Cara perkembangbiakan dengan setek banyak digunakan pada tumbuhan hias dan tumbuhan buah.
Kelebihan perkembangbiakan dengan cara setek, yaitu :
1) Bagian tumbuhan yang diperlukan untuk bahan setek relatif sedikit, sehingga tidak merugikan tumbuhan induk
2) Sifat tumbuhan yang baru akan sama dengan induknya
3) Waktu yang diperlukan relatif sengkat
4) Jumlah tumbuhan yang dihasilkan lebih banyak
Kelemahan perkembangbiakan dengan cara setek, tidak dapat digunakan untuk mencari varietas (bibit unggul).
c) Cangkok
Cangkok termasuk perkembangbiakan secara vegetatif buatan. Cangkok biasanya dilakukan pada tumbuhan yang memiliki kambium. Kelebihan dengan cara cangkok, misalnya tumbuhan menjadi lebih cepat berproduksi dan buahnya lebih banyak.
d) Okulasi
Okulasi termasuk perkembangbiakan secara vegetatif buatan. Okulasi dilakukan dengan cara menggabungkan dua tumbuhan. Caranya dengan menempelkan tunas dari satu tumbuhan ke batang tumbuhan yang lain. Tumbuhan yang diokulasi harus memiliki sifat yang berbeda. Agar hasil yang didapat lebih baik dari induknya.
2. Perkembangbiakan secara Generatif
Perkembangbiakan tumbuhan secara generatifmerupakan kemampuan tumbuhan untuk berkembang biak secara alami melalui perkawinan. Perkembangbiakan ini terjadi pada tumbuhan berbiji dan melalui proses penyerbukan. Penyerbukan merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari ke kepala putik. Penyerbukan akan diikuti dengan pembuahan. Penyerbukan dilakukan dengan tumbuhan yang sejenis. Tumbuhan baru yang dihasilkan akan mewarisi sifat kedua induknya.
Kelebihan perkembangbiakan dengan cara generatif, yaitu:
a. Dapat menghasilkan variasi tumbuhan yang baru
b. Umur tumbuhan lebih lama
Kelemahan perkembangbiakan dengan cara generatif, yaitu:
a. Bibit yang dihasilkan belum tentu baik
b. Waktu berbuah lebih lama
c. Kualitas tumbuhan baru akan diketahui setelah tumbuhan berbuah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar